Kepulauan Talaud-Melonguane. penajurnalisindonesia.com (pji.com). Pantaua Aktivis, Oktavianus Samuel Matheos, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Swadaya Masyarakat Forum Perjuangan Rakyat Indonesia DPD LSM FPRI) Kepulauan Talaud, di ruas jalan puncak Sarubengko bersama Ka. Biro Kepulauan Talaud, Jurnalis, Clarita Cornelia Tahulending, Jumat, (03/05/2024), dari Desa Balang, Kecamatan Salibabu, Kabupaten Kepulauan Talaud.

Terpantau ada kegiatan kerja bhakti diruas jalan puncak Sarubengko yang di pimpin langsung, Pitarau, (Kepala Desa. Red) Balang, Polakitan Missah. Kades yang santun, rendah hati, dan berwibawa, Purnawirawan TNI-AD, giat bersama warga Desa Balang dan warga Desa Sereh Satu, Desa Sereh Induk serta ikut peduli warga Desa Talolang.
Masyarakat, peduli, bergotong-royong, bahu-membahu, mengangkat tanah, mengecor, dan menutupi lobang-lobang, serta bagian-bagian jalan, puncak Sarubengko yang rusak parah, terlihat, bak, “Sungai yang tiada air”.
Maksud dan Tujuan Kepala Desa Balang bersama warga bergotong-royong untuk mengurangi kerusakan, dan potensi risiko kecelakaan bagi masyarakat pengguna jalan yang melewati, puncak ekstrim Sarubengko.
Kurang lebih Empat Ribu warga, pengguna jalan, “mengeluh”. “Puluhan Tahun”, tidak pernah, ada perbaikan jalan yang di lakukan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud, serta, kurangnya kepedulian Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, mintah atensi Pemerintah Pusat. Belum jelas, ruas jalan puncak Sarubengko, tanggungjawab siapa. Pastinya, warga butuh segera ada perbaikan jalan.
Terkonfirmasi anggaran untuk perbaikan jalan puncak Sarubengko sudah “turun”. Ternyata, setelah dilakukan pengecekan, telah pindah, ke tempat lain, mendengar kabar ini, warga Desa Balang “kecewa”.
Kurang lebih panjang 1000 meter atau 1 kilometer, ruas jalan puncak Sarubengko “rusak parah”, hancur. Nyatanya, medan jalan terlihat ekstrim, berbahaya, bagi warga pengguna jalan.
Beberapa warga pengguna jalan pernah mengalami kecelakaan, hingga meninggal dunia, akibat jalan yang “rusak parah” dan ekstrim, di puncak Sarubengko.
Meski rusak parah dan ekstrim, ruas jalan puncak Sarubengko, sangat Vital bagi warga setempat. Setiap hari, di lewati arus, lintas, kendaraan, milik warga, yang datang dan pergi, dari wilayah kecamatan, Lirung, dan Salibabu serta wilayah kecamatan di sekitarnya.
Oleh karena itu, ruas jalan puncak Sarubengko sangat-sangat mendesak untuk segera diperbaiki, ucap, warga.
Permintaan Kepala Desa Balang, bahwa ruas jalan puncak Sarubengko, perlu mendapat perhatian serius dari Pemerintah Daerah Kepulauan Talaud, Bupati Elly Lasut dan Gubernur Provinsi Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, bahkan Presiden.
Rakyat berhak nikmati, Saran infrastruktur jalan yang baik dan berkwalitas.

Kami yang mendiami Daerah Perbatasan di Utara NKRI, perlu, ada perhatian serius Pemerintah Daerah dan Pusat tekait fasilitas pubik yang layak.
Tidak elok, rasanya, jalan yang hanya sepanjang 1 kilometer saja sudah “Puluhan Tahun” tidak bisa diperbaiki oleh Pemerintah, “keluh” warga.
Saya Kepala Desa Balang bersama masyarakat, meminta, keseriusan Pemerintah Daerah dan Pusat agar segera memperbaiki jalan yang sudah lama “rusak parah”, hancur.
Puncak Sarubengko, lama terabaikan, ini terkait hak dan nasib masyarakat. Perlu, di perhatikan, jangan di abaikan hal-hal urgen yang langsung berhubungan dengan Kepentingan dan kebutuhan serta keperluan masyarakat setempat, yaitu, pertama, faktor kemanusian, kedua, keselamatan nyawa pengguna jalan, ketiga, faktor ekonomi masyarakat, dan keempat faktor pendidikan anak-anak sekolah yang setiap hari lewati jalan ini, jangan sampai terabaikan.

Jalan puncak Sarubengko, perlu, segera ada perbaikan, sudah “Puluhan Tahun” masyarakat menderita,tegas, Polakitan Missah.
Meski sudah Purna, namun Jiwa Korsa TNI-AD, tetap terpatri di lubuk hati Sang Kepala Desa Balang bernama lengkap Constantin Ishak Missah.
Pitarau, yang dicinta rakyatnya, terpilih, oleh ratusan suara, mayoritas, pemilih, Desa Balang, sangat peduli dengan nasib masyarakatnya. Walau, sehari suntuk, di bawah terik sinar matahari, Pitarau Balang ini tetap semangat bersama warganya bergotong royong.
Tak pula, para Srikandi Desa Balang ketinggalan, ambil bagian untuk menyediakan menu khas makan siang ala masakan Porodisa.
Semua warga dengan senang hati, dan semangat persaudaraan, ambil bagian dalam kegiatan gotong-royong di hari itu.
Semangat juang, wujudkan kepentingan warga, dan kesejahteraan masyarakat Desa Balang, terpantau, tak pernah, patah arang, amanah masyarakat Desa Balang, terpatri, dalam sanubari, teremban di dadah dan bahu, Pitarau.
Sang Purnawirawan TNI-AD, pilihan rakyat Desa Balang.
Bapak Constantin Ishak Missah, akrab di sapah, Pola, atau Polakitan, meski sudah purna, terpanggil untuk ibu Pertiwi, memberi diri mengabdi bagi nusa dan bangsa, memegang teguh amanah rakyat, serta sumpah jabatan, Pitarau, niat, membangun, guna, mewujudkan kesejahteraan masyarakat Desa Balang.
Aspirasi, Suara hati rakyat, Porodisa, dari penjuru negeri, Balang, Sereh Induk, Sereh Satu, dan Talolang, menaruh harapan agar segera terwujud perbaikan jalan puncak Sarubengko yang lama, “Puluhan Tahun” rusak parah, tanpa ada perhatian Pemerintah Daerah, dan Pusat .
Slogan Pemerintah Membangun “Jalan Berkeselamatan” tak terwujud di daerah Perbatasan, bagian Utara, NKRI, ibarat “Jauh Panggang dari Api”. Semoga. (Clarita Tahulending dan Oktavianus Matheos).

