Sangihe, Pena Jurnalis Indonesia (PJI)- Kepiawaian Penjabat Bupati Albert Huppy Wounde, SH.MH. Patut diapresiasi. Hal ini di buktikan atas sikap keberpihakan kepada Warganya, selaku Pejabat Bupati di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Waonde menunjukkan sikap tegas, untuk segera mengatasi permasalahan yang terjadi terkait kemelut kenaikan Tarif Air Minum yang sempat menaikkan “Tensi” warga Tanah Lawo, Kepulauan Sangihe daerah Perbatasan Utara NKRI.

Keputusan Penjabat (Pj) Bupati Albert Huppy Wounde, SH.MH. Memerintahkan Asisten II bersama Direktur PERUMDA Mengevaluasi Menurunkan Penetapan Tarif Air Progresif Rp. 9.500,- Menjadi Rp. 7.500,-
Keputusan Pj. Bupati dapat menjawab dan mengakomodir keinginan dan kebutuhan masyarakat Pelanggan Air Minum.
Komitmen dan atensi Wounde terhadap kepentingan dan kebutuhan masyarakat Sangihe patut di Apresiasi, tandas Jeck Seba, S.AP bersama Tonny Salindeho, S.Pd. dan rekan-rekannya.

Perjuangan Koalisi Masyarakat Sipil Pemerhati Sosial Kepulauan Sangihe tentunya tidak lepas dari bentuk tanggung jawab Sosial terhadap Pemerintah dan Masyarakat Sipil di Kepulauan Sangihe .
Menurut Seba dan Salindeho, Pemimpin Koalisi Masyarakat Sipil Pemerhati Sosial Kepulauan Sangihe, bahwa Sikap Tegas Pj. Bupati Wounde patut mendapat Apresiasi Warga Sangihe, sebab Surat Keputusan (SK) Bupati Kepulauan Sangihe Nomor 308/690/Tahun 2023 Tentang Penetapan Tarif Air Minum Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Kepulauan Sangihe di Cabut.
Hal senada juga, disampaikan Ketua Pemuda Pancasila Kabupaten Kepulauan Sangihe Frangki Lumiu Supit, SH. Menurutnya, Keputusan Pj. Bupati Albert Huppy Wounde, SH. MH. Sangatlah Bijaksana, sebab keputusan tersebut dapat mengatasi Kekisruhan Tarif Air Minum PERUMDA Air Minum Ake’U Banua, di bawa Pengelolaan Direktur Teguh Prahara Salainti.
Kandidat S2 Hukum ini menandaskan bahwa, Keputusan Penjabat Bupati Sangihe tersebut sekaligus dapat mendinginkan Suhu Politik Sangihe yang mulai “Memanas” menuju Kandidasi pencalonan PILKADA 2024.
Gelar Komunikasi Publik Pj. Bupati Kepulauan Sangihe bersama Koalisi Masyarakat Pemerhati Sosial Kepulauan Sangihe yang turut hadir serta menghadirkan unsur Pemerintah Kabupaten (Pemkab), Asisten II, Kadis Kesehatan, Direktur Rumah Sakit Liunkendage, serta Direktur Perumda Teguh Prahara Salainti Staf, terlaksana di ruang Kerja Pj. Bupati pada Jumat (14/06/2024).
Komunikasi Publik dimaksudkan untuk menindak lebih lanjut, telah awal terbangunnya Dialog Kemitraan dengan Pj. Bupati pada Jumat (07/06/2024). Terkait Pembahasan Kajian atas Pemberlakuan Tarif Dasar Air Minum Perumda Ake’ U Banua. Akibat hal tersebut terjadi “Polemik Sosial” di Masyarakat Sangihe.

Dialog Komunikasi Publik berlangsung “Alot”. Tampil Paripurna, Top Tri figur Koalisi Masyarakat Sipil Pemerhati Sosial Kepulauan Sangihe, Seba, Salindeho, dan Patras. Menegaskan, bahwa Penetapan Tarif Air Progresif sebesar 9.500-, Rupiah tersebut sangat membebani Daya Beli Masyarakat. Tak sungkan, Tonny Salindeho, S.Pd memberikan usulan manis di nominal 6.500-, Rupiah pada Tahap I, kemudian pada Tahap II di Angka 7.500,- Rupiah.
Sempat memanas, antara kubu Perumda Pimpinan Teguh Prahara Salainti dengan kubu Koalisi Masyarakat Sipil Pemerhati Sosial di bawa Pemimpin Jeck Seba, S.AP dan Tonny Salindeho, S.Pd. karena kedua belah pihak masing-masing mempertahankan argumen dan prinsip kepentingan. Namun, berkat hati dingin semua peserta Dialog tampil paripurna, berhikmat maka, agenda Komunikasi Publik berakhir dan berjalan lancar dengan penuh santun, beretika dan berbuah manis. Akhir dari sebuah tujuan untuk kepentingan Pemerintah bersama Masyarakat Sangihe.
Penjabat Bupati Tanah Lawo Kabupaten Kepulauan Sangihe yang menjadi Moderator pada forum diskusi, mendengarkan semua saran dan masukan serta semua informasi dari kedua belah pihak. Kemudian, pada kesimpulannya, diuraikan bahwa, permasalahan merupakan Kasustik yang dipercayakan kepada Penjabat Bupati untuk diselesaikan. Sekaligus, menghimbau Koalisi Masyarakat Sipil Pemerhati Sosial Kepulauan Sangihe dapat melakukan Sosialisasi Keputusannya sehingga terciptanya kesejukan di tengah-tengah masyarakat Kepulauan Sangihe. (Tonny Salindeho, S.Pd).

