Lenny Hengkeng Kahalubi, Apresiasi kinerja Camat Nuangan Siswandi Dwintoro, S.SPT., Turun Tangan Fasilitasi Sengketa Warisan.
TUTUYAN, Bolaang Mongondow Timur. penajurnalisindonesia.com– Sengketa hak warisan keluarga mendiang Maxi Hengkeng akhirnya masuk meja mediasi. Kantor Camat Nuangan resmi mengundang seluruh pihak terkait untuk mencari titik temu Rabu, 3 Juni 2026.

Undangan bernomor 100/C.03-Nuangan/117/VI/2026 menyasar Pemerintah Desa Jiko Belanga, dua mantan Camat Nuangan Musrit Mamont, S.Pd dan Sinyo Mamonto, S.Sos, serta ahli waris Leni Kawulubi dan Noumi Hengkeng.
Agenda utamanya membedah ulang “Berita Acara 31 Mei 2025” yang jadi pangkal persoalan. Camat Nuangan menegaskan pertemuan ini berdasarkan permohonan resmi dan sudah ditandatangani elektronik BSSN.
Ibu Lenny Hengkeng Kahulubi menyatakan posisinya sebagai ahli waris. “Saya istri SAH almarhum Maxi Hengkeng. Kenapa saya tidak berhak atas warisan almarhum. Saya mendapat perlakuan tidak adil dari Oknum Camat Mursid Mamonto, S.Pd,” ujarnya.
Publik kini menunggu. Apakah mediasi ini akan jadi jalan keluar, atau justru memperpanjang drama warisan keluarga Hengkeng-Kahulubi ?
Kronologi Singkat
– 31 Mei 2025 : Kecamatan Nuangan buat Berita Acara terkait permohonan hak warisan almarhum Maxi Hengkeng.
– 2 Juni 2026 : Camat Nuangan keluarkan undangan resmi No. 100/C.03-Nuangan/117/VI/2026.
– 3 Juni 2026, 09.00 WITA: Mediasi di Kantor Camat Nuangan bersama Pemdes Jiko Belanga, 2 mantan Camat, Leni Kawulubi, dan Noumi Hengkeng. (Penulis: Donal Mona Editor: Chandra Reflianto Takser).

